Jumat, 03 Februari 2012

Makalah tentang Islam di Eropa

Oleh : Moh. Mukhlas Hadi 

BAB I
PENDAHULUAN

Dengan sumber utama Al-Qur’an, sampai saat ini islam  masih menjadi agama yang relevan. Itu terbukti dengan adanya ajaran-ajaran Al-Qur’an yang sampai saat ini masih dapat diterima oleh semua kalangan. Karena kerelevannya itu, islam  sangat mudah untuk berkembang pesat.
Perkembangan agama Islam  tidak terbatas hanya di Asia saja, tetapi merata ke seluruh dunia termasuk ke benua Eropa. Sudah tentu perkembangan Islam  di benua Eropa tidak seperti di Asia dan Afrika, karena sulitnya berdakwah terhadap masyarakat Eropa yang umumnya beragama Kristen dan penganut paham
sekularisme. Namun berkat keteguhan dan kesungguhan para Mubalig Islam  dalam berdakwah, agama Islam  di Benua Eropa makin bertambah, baik dari segi kuantitas maupun kualitas.




BAB II
PEMBAHASAN

A.    Islam  di Spanyol (Andalusia)
Spanyol (Andalusia) pernah diperintah oleh penguasa–penguasa Islam, selama kurang lebih 8 abad, yaitu dari semenjak Thariq bin Ziad membebaskan Spanyol tahun 711 M sampai dengan penguasa Islam  terakhir dari Dinasti Bani Umayyah II yakni Abu Abdullah menyerah dan terpaksa takluk kepada pasukan Kristen pada tahun 1492 M.
Selama umat islam  berkuasa di Spanyol, banyak kemajuan yang telah dicapai antara lain sebagai berikut :
·         Di bidang ilmu pengetahuan
Dalam bidang ilmu pengetahuan agama, banyak bermunculan ulama besar, misalnya dalam ilmu hadist, ilmu fiqih, ilmu kalam, dan ilmu tasawuf. Imam Al-Auzai seorang ulama besar dalam ilmu fiqih, Ibnu Arabi ulama besar dalam bidang tasawuf, Ubnu Rusyd, Ibnu Bajah dan Ibnu Tufail dalam bidang filsafat.
Dalam bidang ilmu pengetahuan umum banyak pula bermunculan kaum cendikiawan, misalnya dalam bidang ilmu tumbuh–tumbuhan, kedokteran, kesusastraan, dan astronomi. Sebagai contoh ahli astronomi terkenal pada saat itu seperti, nama Al-Majriti dari Cordoba, Al-Larqali dari Toledo, dan Ibnu Aflah dari Seville.
Sumbangan besar lainnya dari umat Islam  di Spanyol ialah didirikannya banyak universitas, misalnya Universitas Cordoba, Sevilla, Malaga, dan Granada.
·         Di bidang arsitektur
Dalam bidang arsitektur umat Islam  telah mewariskan bangunan–bangunan yang indah dan megah yang masih dapat disaksikan sampai sekarang, misalnya : istana Al-Hambra yang terletak di Granada dan Masjid Raya Cordoba yang didirikan oleh Abdurrahman II Addakhil. Tempat didirikannya masjid ini dahulunya adalah tempat berdirinya gereja kecil. Atas persetujuan umat Kristen, gereja itu dipindahkan. Masjid ini dapat menampung jamaah sebanyak 80.000 orang. Setelah Spanyol dikuasai umat Kristen, masjid ini dijadikan gereja dengan nama MOSQUITA.
Pada masa pemerintahan Yusuf Ibn Yakub (1163 – 1184 M) di Seville didirikan masjid yang sangat indah. Setelah Spanyol dikuasai umat Kristen masjid ini juga di ubah menjadi gereja Santa de La Sade.
Selain itu, ada pula bangunan–bangunan megah lainnya peninggalan umat Islam  antara lain sebagai berikut :
o   Darul Khalifah yaitu istana yang terletak di pusat kota Cordoba dan di dalamnya terdapat 340 buah rumah yang indah–indah.
o   Jembatan di Sungai TAAG. Jembatan ini mempunyai lengkungan hanya satu yang menunjukkan kehebatan arsitek muslim. Jembatan itu sampai sekarang disebut QANTARA (dari bahasa Arab yang berarti jembatan).
Setelah umat Islam  tidak berkuasa lagi di Spanyol, bukan berarti agama Islam  lenyap sama sekali dari bumi Spanyol.
Pada tahun 1975 sekelompok pemuda Spanyol beramai–ramai menyatakan diri masuk Islam  di Inggris, kemudian setelah kembali ke negaranya, Spanyol, mereka mendirikan masyarakat muslim Cordoba.
Pada tahun 1978 mereka dapat melaksanakan salat Idul Adha di Katedral (bekas gereja), setelah mereka mengajukan permohonan kepada Uskup Cordoba Monseigneur Infantes Floredo.
Di Spanyol terbentuk dua organisasi Islam  yang mempunyai mahasiswa–mahasiswa Islam  yang berpusat di semua kota besar. Di Al-Bayun, masyarakat muslim telah mempergunakan peraturan–peraturan Islam  dibawah pimpinan Muhammad del Pazo Lopez, memiliki rumah adat Arab dan madrasah yang dikelola oleh Dr. Umar Faruq Abdullah. Madrasah ini mengajarkan bahasa Arab, Alquran, Tafsir, Fiqih, Hadist, dan lain–lain.

B.     Islam  di Yugoslavia
Kegiatan dakwah Islam  di Yugoslavia dilaksanakan oleh majelis ulama, yang diketuai oleh Prof. Dr. Ahmad Smajlovic. Sasaran dakwah terutama adalah masyarakat yang masih menganut atheisme dan sekularisme.
Majelis ulama Yugoslavia telah melakukan kegiatan–kegiatan dakwah dengan berbagai cara antara lain :
o   Membangun lebih kurang 700 buah masjid,
o   Menerbitkan majalah dakwah yang tersebar ke seluruh wilayah Yugoslavia yang bernama “AL-HALAGH” dan yang berbahasa Arab bernama “ATS-TSAQAFAH ISLAM IYAH” (kebudayaan Islam ),
o   Menerbitkan majalah tengah bulanan dengan nama “AL-BA’TSUL ISLAM ” (kebangkitan Islam ) beroplag 10.000 eksemplar, dan
o   Mendirikan lembaga–lembaga pendidikan Islam  antara lain Madrasah dakwah di Sarvino, Ma’had Islam di Scotland, dan perguruan Islam  di Brisna.

C.    Islam  di Belanda
Di negeri Belanda, jumlah umat Islam  sebanyak 800.000 jiwa lebih. Umat Islam  di negeri Belanda terbanyak berasal dari Maroko dan Turki.
Di kota Amelo telah didirikan sebuah masjid yang megah dan indah. Juga telah terbentuk organisasi–organisasi Islam  yang bergabung menjadi satu federasi organisasi Islam  yang dipimpin oleh orang Belanda asli yang bernama Abdul Wahid Van Bommel. Salah satu usaha organisasi ini ialah memperjuangkan kaum muslimin agar diberi kesempatan salat sewaktu bekerja.
Drs. B.J. Bothe kepala direktorat kesejahteraan minorotas di Belanda pada tanggal 14 Oktober 1983 telah memulai membangun masjid untuk masyarakat Islam  Maluku di kota “RIDDERKER”. Masjid ini dapat menampung lebih kurang 500 jamaah, dan dilengkapi dengan ruang diskusi, ruang tamu, ruang mengambil air wudhu, dan lain–lain. Biaya pembangunan masjid ini seluruhnya dari pemerintah Belanda.

D.    Islam  di Inggris
Umat Islam  di Inggris kebanyakan berasal dari Pakistan dan Bangladesh. Jumlah umat Islam  di Inggris diperkirakan 1,5 juta jiwa lebih.
Di Wales yaitu di kota Cardiff, duta besar republik Yaman Ahmad Daifullah pada tanggal 29 januari 1984 telah meresmikan masjid dan Islamic Center yang mempu menampung 27.999 kaum muslimin.
Di Inggris terdapat organisasi muslim Bengali yang bernama Dakwatul Islam, yang kegiatannya antara lain :
·         Mengadakan pengajian terutama tafsir di beberapa masjid,
·         Mengadakan pendidikan agama tingkat elementer untuk anak–anak,
·         Mendirikan toko-toko  buku yang menyediakan berbagai litelatur Islam  dalam bahasa Bengali dan Inggris,
·         Membangun pusat Training Imam dan Da’I di Aldgate (Inggris Timur), dan
·         Membangun sebuah masjid megah dengan biaya 3 juta poundsterling.

E.     Islam  di Belgia
Di Belgia terdapat umat Islam  lebih dari 186.387 orang. Mereka umumnya berasal dari Aljazair, Maroko, Tunisia, dan Turki.
Pusat kegiatan dakwah islam  ada di gedung Islamic Center. Pelajaran membaca Al-Quran dan pendidikan agama diajarkan pada sekolah–sekolah mulai dari tingkat dasar sampai perguruan tinggi. Pada tahun 1980 di Brusel telah diadakan mu’tamar Islam  Eropa.

F.     Islam  di Jerman Barat
Umat Islam  di Jerman Barat ada 620.000 jiwa (1 % dari jumlah penduduk). Di Jerman Barat telah berdiri sebuah organisasi Islam  bernama “Islamic Chezentum.” Organisasi ini beranggotakan 100.000 orang, memiliki dana yang cukup besar dan memiliki murid yang belajar Al-Quran sebanyak 11.000 orang.
Demikianlah secara kilas telah ditemukan keadaan agama Islam  di 6 negara Eropa. Adapun di negara–negara Eropa lainnya seperti Austria, Prancis, Norwegia, Swedia, Yunani, dan Albania sudah ada umat Islam  dan mereka pun giat melakukan usaha dakwah Islam.




BAB III
KESIMPULAN

Perkembangan islam tidak hanya di benua Asia dan Afrika saja, melainkan di Eropa. Walaupun mayoritas penduduk Eropa adalah nasrani dan pengikut paham atheism juga sekularisme, islam masih bisa berkembang di Eropa.
Islam membawa dampak positif bagi kehidupan di Eropa. Diantaranya adalah peninggalan-peninggalan islam yang ada di Eropa dan juga peradaban-peradaban bangsa Eropa yang semakin maju.





DAFTAR PUSTAKA


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar