Senin, 13 Februari 2012

Berpikir Induktif


  Berpikir Induktif
Induksi adalah cara mempelajari sesuatu yang bertolak dari hal-hal atau peristiwa khusus untuk menentukan hukum yang umum3. Induksi juga merupakan cara berpikir dimana ditarik suatu kesimpulan yang bersifat umum dari berbagai kasus yang bersifat individual. Penalaran secara induktif dimulai dengan mengemukakan pernyataan-pernyataan yang mempunyai ruang lingkup yang khas dan terbatas dalam menyusun argumentasi yang diakhiri dengan pernyataan yang bersifat umum4.
Proses berpikir induktif adalah kebalikan dari berpikir deduktif, yakni pengambilan kesimpulan dimulai dari pernyataan atau fakta-fakta khusus menuju pada kesimpulan yang bersifat umum. Menarik

Minggu, 12 Februari 2012

Berpikir Deduktif

Oleh : Moh. Mukhlas Hadi


   Berpikir Deduktif
Deduksi berasal dari bahasa inggris yaitu deduction yang berarti penarikan kesimpulan dari keadaan-keadaan yang umum, menemukan yang khusus dari yang umum1. Berpikir deduktif atau berpikir rasional sebagian dari berpikir ilmiah. Dalam logika deduktif, menarik suatu kesimpulan dimulai dari pernyataan umum menuju pernyataan-pernyataan umum khusus dengan menggunakan penalaran atau rasio(berpikir rasional). Penarikan kesimpulan secara deduktif biasanya mempergunakan pola berpikir yang dinamakan silogismus. Silogismus disusun dari dua buah pernyataan dan sebuah kesimpulan2.
Contoh berpikir deduktif      :
Hukum dalam fisika menyatakan bahwa setiap benda padat kalau dipanaskan, akan

Sabtu, 11 Februari 2012

Karya Ilmiah

Oleh : Moh. Mukhlas Hadi


Pengertian Karya Ilmiah

            Karya ilmiah terdiri dari dua kata, yaitu karya yang artinya kerja atau berbuat, dan ilmiah yang bersifat ilmu. Ilmu adalah pengetahuan yang telah teruji kebenarannya melalui metode ilmiah. Oleh sebab itu, ilmu pada hakikatnya adalah pengetahuan ilmiah.
Karya ilmiah adalah hasil atau produk manusia (biasanya dalam bentuk tulisan sekalipun tidak hanya itu) atas dasar pengeahuan, sikap, dan cara berfikir ilmiah. Karya ilmiah itu harus mengandung kebenaran ilmiah, yakni kebenaran yang tidak hanya didasarkan atas rasio, tetapi juga dapat dibuktikan secara empiris.

Rabu, 08 Februari 2012

Fiqh Muamalah


Oleh : Moh. Mukhlas Hadi 

PEMBAHASAN
1.      JUAL-BELI
1.1  Pengertian Jual-beli
Perdagangan atau jual beli dalam bahasa arab sering disebut dengan kata al-bai’, al-tijaroh, atau al-mubadalah. Sebagaimana firman Allah SWT :
šcqã_ötƒ Zot»pgÏB `©9 uqç7s?
Artinya : “Mereka mengharapkan tijaroh (jual-beli) yang tidak akan rugi.” (QS. Fathir : 29)
Secara bahasa, jual beli atau al-bai’ berarti muqobalatu syai’im bi syain (مقابلة شئ بشئ) artinya adalah menukar sesuatu dengan sesuatu.
Al-Imam An-Nawawi didalam al-Majmu’ syarah al-Muhadzdzab menyebutkan jual-beli adalah (مقابلة مال بمال تمليكا) yang berarti tukar menukar harta dengan harta secara kepemilikan.

Selasa, 07 Februari 2012

Makalah Pengaruh Pend. Komputer Pada Anak

Oleh : Moh. Mukhlas Hadi 



BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Kehidupan manusia sekarang dan masa yang akan datang, tidak bisa lepas dari teknologi. Hal itu disebabkan seiring bertambahnya zaman, kemajuan teknologi semakin pesat. Perkembangan teknologi yang sangat pesat ini membuat orang tua mau tidak mau harus mengenalkan berbagai teknologi khususnya ilmu komputer kepada anak agar mereka mengerti dan bisa memanfaatkan komputer sehingga siap menjadi sumber daya yang kompetitif di masa depan.
Akan tetapi kebanyakan orang tua saat ini merasa serba salah jika anak mereka bersahabat dengan komputer. Di satu sisi mereka ingin anak mereka tidak gagap teknologi dan bisa belajar banyak melalui

Minggu, 05 Februari 2012

Makalah tentang Pertumbuhan dan perkembangan

Oleh : Moh. Mukhlas Hadi 



BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Setiap manusia pasti akan mengalami suatu perubahan dari masa bayi hingga dewasa. Setiap anak juga mempunyai ciri perubahan-perubahan untuk menuju ke tahap dewasa, yaitu pertumbuhan dan perkembangan dengan tahapan tertentu sesuai dengan umurnya. Jadi, seorang anak tidak bisa dikatakan sebagai remaja kecil, karena anak itu berbeda dengan orang dewasa mulai dari fisik, pola pikir dan cara berpikir yang masih dalam proses perkembangan dan pertumbuhan. Sebenarnya pertumbuhan dan perkembangan mempunyai hubungan yang erat, tapi pokok permasalahannya berbeda. Sehubungan dengan itu, sampai saat ini masih banyak para pendidik yang kurang memahami dua kata tersebut.
Hal itulah yang melatar belakangi pembuatan makalah ini. Dengan harapan selain menjadi bahan

Jumat, 03 Februari 2012

Makalah tentang Islam di Eropa

Oleh : Moh. Mukhlas Hadi 

BAB I
PENDAHULUAN

Dengan sumber utama Al-Qur’an, sampai saat ini islam  masih menjadi agama yang relevan. Itu terbukti dengan adanya ajaran-ajaran Al-Qur’an yang sampai saat ini masih dapat diterima oleh semua kalangan. Karena kerelevannya itu, islam  sangat mudah untuk berkembang pesat.
Perkembangan agama Islam  tidak terbatas hanya di Asia saja, tetapi merata ke seluruh dunia termasuk ke benua Eropa. Sudah tentu perkembangan Islam  di benua Eropa tidak seperti di Asia dan Afrika, karena sulitnya berdakwah terhadap masyarakat Eropa yang umumnya beragama Kristen dan penganut paham

Rabu, 01 Februari 2012

Makalah tentang Alat dan Media Pendidikan Islam

Oleh : Moh. Mukhlas Hadi 

PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Tujuan pendidikan islam seiring dengan tujuan Allah menciptakan manusia, yaitu sebagai hamba yang mengabdi kepada-Nya. Pengabdian kepada Allah sebagai realisasi dari keimanan yang diwujudkan dalam bentuk amaliah yang baik. Pengabdian kepada Allah merupakan jembatan untuk mencapai kebahagian di dunia maupun di akhirat.
Sehubungan dengan itu, untuk menciptakan suatu pendidikan islam yang bermutu, yang dapat menciptakan suasana kondusif maka diperlukan alat/media pendidikan islam. Alat atau media pendidikan

Selasa, 31 Januari 2012

Makalah tentang Muhkam-Mutasyabih

Oleh : Moh. Mukhlas Hadi

BAB I
PENDAHULUAN
1.1   Latar Belakang
Ulumul Qur’an memiliki ruang lingkup yang cukup luas. Diantara pembahasan-pembahasan ulumul qur’an yang sampai saat ini masih banyak diperdebatkan oleh banyak kalangan adalah pembahasan tentang muhkam-mutasyabih.
Hal yang melatar belakangi adanya muhkam-mutasyabih adalah ayat Al-Qur’an sendiri yang menyatakan bahwa di dalamnya terkandung dua jenis ayat yang keduanya merupakan bagian terpenting dalam kitab suci Al-Qur’an tersebut, dan keduanya harus diterima sepenuhnya tanpa pilih-pilih.
Mengenai hal tersebut, Ibn Habib An-Naisaburi pernah mengemukakan tiga pendapat mengenai muhkam-mutasyabih.

Senin, 30 Januari 2012

Makalah tentang Masyarakat Madani

oleh : Moh. Mukhlas Hadi

BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Masyarakat madani merupakan wacana yang masih menjadi arus utama dewasa ini, baik di lingkungan masyarakat, pemerintah, dan akademisi, telah mendorong berbagai kalangan untuk memikirkan bagaimana perkembangan kehidupan yang dilanda era globalisasi itu dapat diarahkan kepada konsep masyarakat madani sebagai titik acuan. Konsep masyarakat madani yang identik dengan masyarakat madina pada zaman Rosulullah saw. masih sangat sulit diterapkan. Hal itu bisa dibuktikan di Negara kita sendiri, yaitu Indonesia. Mungkin salah satu alasan mengapa konsep masyarakat madani sulit diterapkan saat ini adalah adanya penyelewengan konsep. Contohnya, berbagai Negara khususnya Indonesia menyatakan sangat memperhatikan kepentingan masyarakat. Akan tetapi, sejumlah Negara justru menempatkan masyarakat pada posisi inferior dan menjadi sapi perahan. Di samping itu, banyak orang yang mengatakan masyarakat madani itu identik dengan civil society yang bercirikan individualism, ekonomi pasar, dan pluralism budaya, dimana konsep civil society lahir dan berkembang dari pergumulan masyarakat.

Makalah Sistematika dan Cabang-cabang Filsafat

oleh : Moh. Mukhlas Hadi


BAB I

PENDAHULUAN
1.1       Latar Belakang
            Filsafat merupakan induk dari segala ilmu pengetahuan yang mencakup semua ilmu-ilmu khusus. Akan tetapi, dalam perkembangan selanjutnya ilmu-ilmu khusus itu satu demi satu memisahkan diri dari induknya, yaitu filsafat. Diawali oleh matematika dan fisika yang melepaskan diri, kemudian diikuti oleh ilmu-ilmu lainnya. Pada akhir-akhir ini, psikologi melepaskan diri dari filsafat.
            Setelah filsafat dipisahkan oleh ilmu-ilmu khusus, ternyata filsafat tidak mati. Akan tetapi, hidup dengan corak baru sebagai ilmu istimewa yang memecahkan berbagai macam masalah yang tidak terpecahkan oleh ilmu-ilmu khusus.

Minggu, 29 Januari 2012

Makalah Fiqh tentang Haji

oleh : Moh. Mukhlas Hadi  

BAB I
PENDAHULUAN
A.     Latar belakang
Islam merupakan agama yang diridhoi oleh Allah. Sebagai umat islam yang taqwa tentunya kita ingin melaksanakan perintah-perintah Allah dan juga menjauhi larangan-Nya. Untuk itu, terlebih dahulu kita harus mengetahui apa yang diperintahkan Allah kepada Nabi kita Muhammad saw juga kita sebagai umat Nabi Muhammad saw. Diantara perintah-perintah Allah kepada kita adalah menunaikan ibadah haji apabila kita mampu. Perintah haji juga terdapat dalam hadits Nabi “Islam didirikan atas lima dasar, salah satunya adalah manunaikan ibadah haji bila mampu.”
Akan tetapi, tidak sedikit dari umat yang mengaku bahwa dirinya adalah seorang muslim tidak

Makalah Aliran Murji'ah

oleh : Moh. Mukhlas Hadi 

PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Persoalan politik setelah wafatnya kholifah ketiga yaitu Kholifah Utsman bin Affan membawa perpecahan dikalangan umat islam sendiri. Persoalan tersebut memberikan dampak timbulnya beberapa golongan yaitu, golongan Khawarij dan golongan Syiah. Persoalan-persoalan politik yang terjadi dalam lapangan politik ini membawa timbulnya persoalan kafir mengkafirkan antara golongan Khawarij di pihak Muawwiyah dengan golongan Syiah di pihak Ali bin Abi Thalib. Dalam persoalan pertentangan ini, muncul suatu golongan baru yang bersifat netral, yaitu golongan Murji’ah. Golongan Murji’ah ini tidak mau

Makalah Al-Qur'an surah al-Lahab

Oleh : Moh. Mukhlas Hadi 

BAB I

PENDAHULUAN
1.1     Latar Belakang
            Al-Qur’an adalah kalam Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. Didalamnya terdapat banyak sekali ilmu-ilmu yang harus kita pelajari. Mulai dari cara bacanya, terjemahnya, sampai penafsirannya. Akan tetapi, dari banyaknya umat islam, banyak pula yang tidak mengetahui asbabun nuzulnya, penafsirannya, serta hikmah-hikmah yang dapat diperoleh dari Al-Qur’an.