Minggu, 12 Februari 2012

Berpikir Deduktif

Oleh : Moh. Mukhlas Hadi


   Berpikir Deduktif
Deduksi berasal dari bahasa inggris yaitu deduction yang berarti penarikan kesimpulan dari keadaan-keadaan yang umum, menemukan yang khusus dari yang umum1. Berpikir deduktif atau berpikir rasional sebagian dari berpikir ilmiah. Dalam logika deduktif, menarik suatu kesimpulan dimulai dari pernyataan umum menuju pernyataan-pernyataan umum khusus dengan menggunakan penalaran atau rasio(berpikir rasional). Penarikan kesimpulan secara deduktif biasanya mempergunakan pola berpikir yang dinamakan silogismus. Silogismus disusun dari dua buah pernyataan dan sebuah kesimpulan2.
Contoh berpikir deduktif      :
Hukum dalam fisika menyatakan bahwa setiap benda padat kalau dipanaskan, akan
memuai(pernyataan umum). Besi dan seng adalah benda padat(pernyataan kedua atau fakta-fakta khusus). Oleh sebab itu, besi dan seng jika dipanaskan akan memuai(kesimpulan atau pernyataan khusus).
Proses penarikan kesimpulan seperti dalam contoh diatas dinamakan logika deduktif. Pertanyaan atau masalah yang timbul adalah : apabila besi dan seng dipanaskan pada temperatur yang sama, manakah yang lebih cepat proses pemuaiannya?.
Dari pertanyaan tersebut dapat diturunkan sejumlah praduga atau hipotesis. Misalnya :
a.       Tidak dapat perbedaan kecepatan pemuaian antara besi dengan seng apabila dipanaskan pada temperatur yang sama.
b.      Jika keduanya dipanaskan pada temperatur yang sama, seng lebih cepat pemuaiannya dibandingkan dengan besi.
c.       Jika keduanya dipanaskan pada temperatur yang sama, besi lebih cepat pemuaiannya dibandingkan dengan seng.
Diantara ketiga hipotesis diatas, hipotesis manakah yang paling benar?
Salah satu cara untuk membuktikannya, bisa dengan mengkaji teori yang berkenaan dengan konsep-konsep pemuaian dalam pelajaran fisika. Dengan perkataan lain, menggunakan argumentasi teoritis melalui penalaran, tidak menggunakan bukti-bukti secara empiris.
Dari contoh diatas dapat disimpulkan bahwa dalam berpikir deduktif, proses berpikir hanya sampai kepada menurunkan hipotesis. Pengujian hipotesis secara empiris melalui verifikasi data tidak dilakukan. Itulah sebabnya berpikir deduktif baru sebagian saja dari berpikir ilmiah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar